Category Archives: artikel

Umbul Ponggok Klaten

Gambar Umbul Ponggok Klaten

Gambar Umbul Ponggok Klaten

Kejernihan Sumber Mata Air

 Lokasi

Jika ingin berlibur ke tempat yang unik, Umbul Ponggok tentu patut dicoba. Umbul Ponggok terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Dari Yogyakarta bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Umbul Ponggok buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB.

 Harga Tiket Masuk Umbul Ponggok

Sesuai dengan update terkini 2016, tiket masuk Umbul Ponggok adalah sebagai berikut:

  • Tiket masuk: 8,000
  • Sewa kacamata:13,000
  • Sewa pelampung: 7,000
  • Sewa kaki katak: 13,000
  • Sewa kamera bawah air/ anti air 1/2jam: 60,000
  • Sewa kamera bawah air/ anti air 1 jam: 100,000
  • Ganti baju: 1,000
  • Mandi: 2,000

 Jadi silakan disiapkan ya biayanya…jangan sampai kecewa karena tidak mengeksplore keindahan air Umbul Ponggok.

 Tentang Umbul Ponggok

Adalah kolam alami yang dikembangkan menjadi wisata tirta (air) yang cukup terkenal di Klaten. Ikan warna-warni yang hidup di Umbul Ponggok dan dasar kolam yang indah menjadikannya sebagai lokasi favorit snorkeling. Umbul Ponggok juga sering menjadi tempat latihan diving. Berbeda dengan kolam renang yang dasarnya berupa lantai keramik, dasar Umbul Ponggok masih sangat alami berupa hamparan pasir nan luas, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni sehingga suasananya benar-benar seperti di bawah laut. Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok ini tidak amis sebab airnya mengalir terus.

 Aktivitas yang patut dicoba di Umbul Ponggok.

 Snorkelling

Merupakan wisata air yang menyenangkan dan memiliki efek relaksasi. Untuk melakukan aktivitas ini wisatawan harus pergi ke laut dengan perairan yang tenang dan memiliki terumbu karang dan hewan laut yang indah. Karena itu aktivitas ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan terbatas, sebab tidak semua laut bisa digunakan untuk snorkelling.

Namun Anda yang tidak memiliki kesempatan untuk snorkelling di taman-taman laut yang indah, kini di Klaten terdapat lokasi snorkelling yang asyik. Anda tak perlu takut terbawa gelombang, sebab tempat snorkelling kali ini bukanlah laut melainkan sebuah sumber mata air alami yang segar dan sangat jernih bernama Umbul Ponggok. Kolam alami ini sudah ada sejak zaman Belanda, dengan ukuran 50 x 25 meter dan kedalaman rata-rata 1,5 – 2,6 meter tempat ini cocok digunakan untuk lokasi snorkelling.

 Diving

Selain sebagai tempat snorkelling, Umbul Ponggok juga kerap dijadikan lokasi latihan diving bagi penyelam pemula sebelum mereka benar-benar menyelam di laut. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang maupun tidak ingin snorkelling bisa naik perahu kayuh dan mengelilingi umbul. Sedangkan bagi anak-anak tersedia kolam berukuran pendek yang bisa dijadikan lokasi berenang maupun sebatas bermain air.

 Pemotretan di dalam air

Salah satu hal yang harus dilakukan saat berada di Umbul Ponggok adalah melakukan sesi pemotretan di dalam air. Bagi wisatawan yang tidak memiliki kamera underwater tidak perlu khawatir.

Tips melakukan pemotretan di umbul ponggok:

  • wisatawan disarankan datang pada hari Senin – Jumat pukul 07.00 – 09.00 WIB atau pukul 14.00 – 16.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan Sabtu – Minggu untuk hasil yang memuaskan disarankan datang pukul 07.00 – 09.00 WIB.
  • Pemotretan di pagi atau sore hari akan menghasilkan gambar yang lebih bagus karena air umbul lebih jernih dan sinar matahari masih dari samping bukan tepat di atas kepala. Selain itu pada siang hari jumlah pengunjung biasanya jauh lebih banyak sehingga tidak bisa leluasa mencari spot foto yang bagus.

 Sewa Mobil Murah di Yogyakarta untuk mengunjungi Umbul Ponggok dan wisata lainnya:

 Jika ingin mengunjungi Umbul Ponggok dan wisata lainnya di D.I Yogyakarta, kami sarankan untuk menyewa mobil saja.

Sewa Mobil Jogja Ke Umbul Ponggok, Klik disinii

Keuntungan berlibur menggunakan mobil/rental mobil:

  1. Kita tidak perlu capek-capek menjadi driver, karena kita bisa diantar langsung ke tempat yang kita inginkan.
  2. Tidak perlu takut tersesat, karena driver sudah hafal denah dan jalnnya.
  3. Pastinya lebih irit BBM dan waktu perjalanan (kecuali macet dan masa liburan)
  4. Mobil all variant, bersih, wangi dan pastinya nyaman.
  5. Mesin terawat (Tidak Mogok).

 Nah, pasti penasaran persewaan mobil mana yang memiliki kriteria itu semua?

Jawabnnya ada di KURUMA Jogja Rental Mobil Murah. KURUMA sewa mobil murah jogja, menyediakan banyak Paket wisata dan tentunya dengan kendaraan yang bervariasi. Untuk pemesanan dan info Wisata, silahkan menghubungi:

TELEPON & SMS

0812-2884-7289 ( Simpati )

0877-4207-4433 ( XL )

0857-4311-6403(M3)

PIN BB: 577BAF9D

IG: @kurumawisatajogja

www.jogjarentalmobil.net

dan Email: jogjarentalcar@yahoo.com.

Iklan: Umbul Ponggok Klaten

Jogjakarta is Never Ending.

Pesona Eksotika Candi Ijo

 

Gambar Candi Ijo

Gambar Candi Ijo

Melihat Jogja Lebih Indah

Pesona Eksotika Candi Ijo, Saya sering berfikir… bagaimana mengajak teman-teman utuk mencintai destinasi dan keindahan alam sendiri. Indonesia memang memiliki banyak sekali tempat wisata, khusunya tempat wisata peninggalan sejarah Hindu-Budha yang berupa candi. Hmmm…pernah belajar sejarah kan??? Indahnya Indonseia nggak hanya di buku aja lho!

Masak wistawan asing aja percaya dan membuktikan, kita sebagai penduduk pri-Bumi kalah sama mereka hehe J. Masih gak percaya nih? Yuk…simak artikel ini. Selamat membaca… Candi Ijo merupakan candi yang berlokasi paling tinggi dibandingkan candi-candi lainnya (Prambanan, Banyunibo, Barong) serta Kraton Boko. Dari ketinggian kita dapat melemparkan pandangan kita sejauh mungkin. Sebelah timur laut, adalah wilayah Klaten pinggiran dengan rumah-rumah yang kelihatan kecil di kejauhan.

Sebelah selatan juga terlihat jurang dan lembah hijau sepanjang wilayah Piyungan dan pinggiran kaki bukit di Gunungkidul. Sepanjang mata memandang, kita disuguhi panorama hijau dan keramaian aktifitas kota dari kejauhan. Bahkan landasan bandara Adi Sucipto terlihat jelas di pelupuk mata dan kita dapat menikmati sejumlah pemandangan saat pesawat terbang landing dan take off. Panorama eksotik ini akan lebih terasa aura keindahannya jika menikmati matahari terbenam di puncak Candi Ijo.

Sewa Mobil Jogja Murah, Klik disini

Hamparan rumput hijau membentang dan mengelilingi kawasan candi induk, membuat kita kerasan berlama-lama dan melepaskan lelah untuk mengitari candi. Udara panas dan terik matahari tidak mengganggu kita di kawasan sejuk dan sepi tersebut.

Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Keberadaan Lingga-Yoni di dalam lingkungan candi memperkuat latar belakang agama Hindu Siwa tersebut. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut.

Berada di Dukuh Nglengkong, Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman yang terletak pada posisi 110 00’ 32.86” BT 07 46’ 55” LS, Candi Ijo merupakan kompleks 17 buah bangunan yang berada pada sebelas teras berundak. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran kala makara, berupa mulut raksasa (kala) yang berbadan naga (makara), seperti yang nampak pada pintu masuk Candi Borobudur. Dalam kompleks candi ini terdapat tiga candi perwara (pendamping) yang menunjukkan penghormatan masyarakat Hindu kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa.

 Bagimana awal penemuan Candi Ijo???

Dari informasi tertulis yang dipampang di kawasan Candi Ijo oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (dulu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala – BP3) diperoleh keterangan sbb: Candi Ijo pertama kali ditemukan oleh administratur pabrik gula Sorogedug bernama H.E. Doorepaal pada tahun 1866, saat dia hendak mencari lahan bagi penanaman tebu.  Tidak lama berselang, C.A. Rosemeier mengunjungi kawasan Candi Ijo dan menemukan tiga buah arca batu yaitu Ganesha, Siwa dan kepala tanpa tangan. Selain arca, Rosemeier menemukan batu bertulis “Guywan”.

Tahun 1877, DR, J. Groneman dan Leydie Melville melakukan penggalian arkeologis di sumuran candi induk dan memperoleh lembaran emas bertulis, cincin emas serta beberapa biji-bijian. Tahun 1956-1962, M.M. Soekarto menemukan sejumlah fragmen arca Siwa Mahaguru. Di sekitar Candi Ijo juga ditemukan sejumlah peninggalan Situs Sumur Bandung Bondowoso, Situs Candi Tinjon, Situs Arca Gupolo.

 Apa sih istimewa dan Keunikkan Candi Ijo ???

Berbeda dengan candi-candi lainnya seperti Candi Prambanan atau Candi Sewu serta Candi Borobudur, Candi Ijo merupakan kompleks berteras yang semakin meninggi ke arah belakang sebagai pusat percandian. Pola semacam ini biasa dijumpai di kawasan percandian di Jawa Timur.

Dalam kitab-kitab kuno India, pemilihan tanah atau wilayah bagi candi sangatlah penting bahkan melebihi keberadaan candi itu sendiri. Dalam kitab-kitab kuno, tanah atau wilayah didirikannya candi dianggap sebagai Vastu yang dianggap sebagai kediaman para dewa dan mengandung kesuburan dengan ditandai adanya air atau sungai tidak jauh dari lingkungan candi.

Berbeda dengan Candi Prambanan, Candi Barong, Candi Banyunibo serta Kraton Boko yang sarat dengan keberadaan air, maka Candi Ijo justru jauh dari lingkungan air dan berada di wilayah kering serta pegunungan kapur. Belum ada penjelasan pasti dari para ahli dan peneliti, mengapa bangunan Candi Ijo menyimpang dari pakem peletakkan sebuah candi yang tidak jauh dari lingkungan sungai atau air.

Bukan hanya lokasi Candi Ijo yang menyimpang dari pakem peletakkan candi, namun ada beberapa karya yang menyimpan misteri yaitu keberadaan dua buah prasasti yang terletak di bangunan candi pada teras ke-9. Salah satu prasasti yang diberi kode F bertuliskan Guywan atau Bluyutan berarti pertapaan. Prasasti lain yang terbuat dari batu berukuran tinggi 14 cm dan tebal 9 cm memuat mantra-mantra yang diperkirakan berupa kutukan. Mantra tersebut ditulis sebanyak 16 kali dan diantaranya yang terbaca adalah “Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa.” Bisa jadi, kedua prasasti tersebut erat dengan terjadinya peristiwa tertentu di masa tersebut namun tidak dapat diperoleh kepastian mengenai apa yang terjadi.

Keindahan dan ptensi Candi Ijo yang melebihi candi-candi lainnya ternyata kurang diimbangi dengan pengelolaan yang berkesinambungan dan sinergis oleh pihak-pihak terkait. Waktu Khiara berkunjung ke sana, tidak ada karcis masuk untuk memasuki kawasan indah dan eksotis ini. Hanya menuliskan buku tamu perkunjungan. Bukankah karcis masuk bisa menjadi sebuah devisa dan pemasukan untuk perawatan dan pelestarian disamping anggaran lembaga terkait pengelolaan Candi Ijo? Sangat disayangkan bukan, wlaupun begitu Khiara tetep bawa uang lho…walaupun Cuma ngasi se Ikhlasnya..

Nah itu tadi gambaran Candi Ijo yang bisa khiara bagi ke teman-teman. Indah sekali bukan? Kapan mau ke candi Ijo? Kalau teman-teman dari luar kota mau berkunjung langsung juga bisa lho. Aksesnya lancar, baik yang adri Bandara ataupun Terminal dan juga Stasiun. Bisa menggunakan angkutan umum seperti Ojek ataupun transJogja. Jika berlibur bersama keluarga, tentunya lebih asik kalau naik kendaraan pribadi kan? Nih Khiara punya tips buat temen-temen yang gak mau ribet dan repot buat wisata ke daerah jogja…

Temen-temen bisa menghubungi Sewa Mobil Murah di Yogyakarta “Kuruma Rent Car & Wisata”,  di nomor 0812-2884-7289. Dijamin pelayanan nyaman dan aman deh…gak perlu capek-capek menghafal jalan dan bisa diantarkan kemanapun yang kalian mau, khususnya wisata Jogja dan sekitarnya. Pokoknya siap antar jemput deh… selamat berwisata dan berkeliling jogja ya…Jogjakarta Is Never Ending (by:Khira)

Kiranya artikel ini dapat memberikan manfaat pada para wisatawan dan pembaca yang budiman untuk terus mencintai alam wisata Indonesia.

Taman dan Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan Imogiri

Kebun Buah Mangunan Imogiri

Rekreasi dan menikmati keindahan Alam

Taman dan kebun buah mangunan, Memang benar setiap sudut kota Yogyakarta itu romantis, begitupula dengan lingkungan alam yang dapat membuat kita berlama-lama tinggal di Yogyakarta.  Beberapa waktu yang lalu, sanak famili berkunjung ke Yogyakarta untuk menghabiskan beberapa waktu liburan mereka. Karena saya sudah tinggal di Yogyakarta, mau tidak mau pasti mereka akan singgah di rumah saya.

Sebelum mereka sampai ke Yogyakarta, saya di rumah sudah kalangkabut memikirkan tempat wisata mana yang akan saya tunjukkan lagi kepada mereka. Candi-candi, kawasan kuliner dan juga tempat-tempat terkenal di Jogja seperti: tugu Pal Putih (tugu jogja), malioboro dan monument Jogja kembali sudah sering di kunjungi. Saking bingungnya, saya menanyakan tempat-tempat wisata kepada ayah dan ibu. Masih sama hasilnya, mereka merekomendasikan tempat yang sudah saya sebut tadi.Jum’at sore, 1 mobil penuh tiba di rumah.

Seluruh persiapan kamar dan konsumsi sudah beres, tapi saya masih galau dengan tempat wisata yang akan di kunjungi besok. Malam haripun saya sampai tidak bisa tidur. Sudah gulang-guling di kamar beberapa waktu, tiba-tiba saya terinspirasi untuk membuka foto-foto liburan saya di laptop. Dan ternyata….wahhhh…happy sekali rasanya, tidak ada kata bingung dan galau lagi untuk tujuan berlibur esok hari. Kali ini, mereka akan saya bawa ke tempat wisata dengan suasana yang berbeda dari sebelumnya. Yak, kebun buah mangunan.

LOKASI

Kebuh Buah Mangunan terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta atau sekitar 35 km dari pusat kota Yogyakarta. Agrowisata ini dibangun di atas area seluas + 23,34 hektar, pada tahun 2003 oleh Permerintah Kabupaten Bantul. Lokasi ini berada di kawasan perbukitan kaki Pegunungan Seribu dengan ketinggian kira-kira 150-200 m di atas permukaan laut. Sudah bisa di bayangkan seperti apa tempatnya…? Heheh

Untuk menuju ke lokasi Kebun Buah Mangunan, kita bisa langsung mengambil jalan lingkar (ring road) selatan kemudian berbelok ke arah selatan ke jalan Imogiri Timur di perempatan terminal Giwangan Jogja. Jadi jika kamu menggunakan bis, bisa langsung menggunakan bis jurusan Terminal – Dlingo. Berjalanlah terus mengikuti jalan Imogiri Timur sampai di perempatan jalan Bakulan (terdapat papan petunjuk Kebun Buah Mangunan). Berbeloklah ke arah kiri dan ikuti terus jalan tersebut hingga bertemu dengan tugu bertuliskan Kebun Buah Mangunan. Karena belum ada kendaraan umum yang langsung menuju ke area kebun buah Mangunan, jadi sebaiknya gunakan kendaraan pribadi.

Info Sewa Mobil Jogja Ke Mangunan, Klik disini

MENUJU PUNCAK

Untuk bisa sampai ke puncak, kami harus melewati jalanan menanjak yang cukup curam, jadi harus hati-hati ya. Untuk kendaraan bermotor sangat di anjurkan, karena memang bisa sampai ke puncak lebih mudah. Disana terdapat area parkir yang luas, namun akan lebih asyik jika kendaraan diparkir di dekat pintu masuk utama di bagian bawah dan berjalan kaki untuk menuju puncak, sambil menikmati udara segar dan suasana kebun buah yang hijau.

Sedikit was-was karena saa itu kami mengendarai mobil. Tapi jangan khawatir, asalkan sudah menguasai medan dan berkendaraan dengan benar, pasti akan sampai tujuan. Sepanjang perjalanan kami melihat-lihat pohon-pohon buah yang di tanam di sana. Mulai dari pohon rambuatan, durian, mangga, kelengken dan lainnya, suasana hijau nan asri dan sejuk membuat kami tidak sabar menuju puncak.

Setibanya kami di pintu utama dan memarkir mobil, kami membawa beberapa perbekalan dan menyusuri jalan yang sudah di sediakan, berupa trototar khusus yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin berjalan kaki sampai ke puncak. Setibanya di puncak Taman Buah Mangunan ini, terdapat gardu pandang yang lokasinya berada di sebelah selatan. Gardu pandang tersebut mengarah langsung ke Sungai Oyo dan Pegunungan Sewu. Waktu paling pas untuk datang ke puncak

Taman Buah Mangunan adalah pada sore hari menjelang senja. Banyak pengunjung yang datang ke puncak Kebun Buah Mangunan pada sore menjelang senja untuk menikmati pemandangan sunset dari atas bukit. Karena sudah tidak sabar untuk berlibur dari pagi, yasudah…kami datang di siang bolong. Tapi tenang saja, pemandangannya juga tidak kalah bagus dengan yang di sore hari.

Istimewanya Agrowisata Mangunan

Di kebun buah Mangunan ini, pada siang hari kami menjumpai beberapa pengujnjung dari daerah lain. Itu menunjukkan bahwa kebun buah mangunan saat ini sudah mulai di kenal banyak orang. Disana kami kita juga bisa menikmati bermacam-macam buah-buahan seperti, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak, belimbing bahkan durian juga ada tapi – tentunya menyesuaikan dengan musimnya.

Harganya pun cukup terjangkau, misal, untuk buah mangga perkilonya dibanderol Rp. 5.000, rambutan Rp. 4.000,-/kg, jeruk Rp. 5.000,-/kg, jambu air Rp. 2.000,-/kg durian dengan ukuran kecil Rp, 15.000,-/buah, durian sedang Rp. 25.000 dan durian besar Rp. 50.000,- (harga sewaktu-waktu dapat berubah sesuai musimnya).

Paket wisata kebun Mangunan dengan Kuruma

Bagaimana sangat tertarik untuk menuju kebun buah mangunan? Yang ingin berlibur bersama rombongan, pastikan mobil yang Anda kendarai dalam keadaan fit, pastikan juga pengemudi mengetahui medan yang akan di tempuh. Jangan khawatir, kini ada KURUMA Rental Mobil Murah Jogja, yang menawarkan paket berlibur ke kebun buah mangunan dan juga tempat wisata Yogyakarta dan sekitarnya dengan harga yang terjangkau. Dan yang paling penting, driver sudah handal dengan medan yang akan di tempuh. Segera hubungi ke nomor: 0812-2884-7289. Semoga pengalaman berlibur dan artikel diatas bermanfaat ya…jangan lupa juga untuk melihat paket wisata jogja lainnya di KURUMA. Selamat berlibur, Jogjakarta is never ending.

 

 

Wonderful Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Prambanan

Antara Sejarah dan Realita

Candi Prambanan merupakan mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Bangunannya yang ramping dan menjulang setinggi + 47 (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur),  membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah. Jalan Raya Jogja – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571, Indonesia.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan. Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.

Rental mobil Wisata Candi Yogyakarta, Klik disini

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Candi Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa.

Adalagi sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Berkaitan dengan tokoh-tokohnya, lelaki bernama Bandung Bondowoso yang mencintai Roro Jonggrang, wanita yang sangat cantik dan dapat menarik hatinya. Karena Roro tak mencintai Bondowoso, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Nah, masih banyak lagi sejarah yang bisa digali pada candi Prambanan. Anda akan mendapatkan banyak ilmu jika berkunjung ke sana. Aksesnya perjalanan yang begitu mudah serta banyak tempat peristirahatan bagi anda yang merasa lelah karena jauh-jauh datang dari luar daerah, menjadikan Candi Prambanan sebagai lokasi liburan yang cocok untuk keluarga. Jika anda ingin di jemput dengan mobil rentalan, anda dapat menghubungi “Kuruma Rent Car & Wisata” di Nomor 0812-2884-7289. Kami siap menjemput dan mengantar anda untuk keliling berbagai tempat wisata di Jogjakarta.  Sewa mobil murah Jogjakarta, harga bersahabat ya “Jogja Rental Car”. Jogjakarta Is Never Ending (by:Khira)

 Iklan: Wonderful Candi Prambanan

 

Candi Mendut Dibalik Sejarah Peradaban dan Nilai Moral

Sejarah dan Letak Georafis

Candi Mendut

Candi Mendut

Candi Mendut merupakan candi yang terletak paling timur dari garis lurus tiga serangkai candi (Borobudur, Pawon, Mendut). Candi ini didirikan oleh dinasti Syailendra dan berlatar berlakang agama Budha, dimana hal ini ditunjukkan dengan adanya bentuk stupa sebanyak 48 buah pada bagian atasnya.Tidak diketahui secara pasti kapan candi ini didirikan.

Candi Mendut merupakan candi Budha yang dididrikan oleh Raja Indra seorang raja pertama dari trah Dinasti Syailendra pda 824 M, ini artinya Candi Mendut dibangun lebih awal dari Candi Borobudur yang didirikan oleh Raja Samaratungga, Wangsa Syailendra pada 850 M. Namun seorang arkeologi Belanda menyebutkan bahwa didalam prasasti yang ditemukan didesa karangtengah bertarikh 824M dikemukakan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama venunavayang artinya adalah hutan bambu. Jika hal ini benar maka bisa dipastikan Candi Mendut didirikan pada abad ke 8 Masehi.

Secara kronologis, Candi Mendut ditemukan pada tahun 1836. Kemudian di renovasi pada tahun 1897 dan 1904 pada bagian tubuh candi namun hasilnya kurang memuaskan. Pada tahun 1908 dipugar kembali oleh arkeolog belanda hingga bagian puncaknya dapat disusun kembali. Tahun 1925 sejumlah stupa yang telah dirapihkan, dipasang dan disusun kembali. Luas bangunan secara keseluruhan adalah 13,7×13,7 meterdengan tinggi 26,4 meter.

Rental Mobil Wisata Candi di Jogja, Klik disini

Pada bagian dalam candi ini terdapat ruangan yang berisikan altar tempat tiga arca Budha berdiri. Ketiga arca tersebut mulai dari yang paling kiri adalah Bodhisattva Vajravani, Buddha Sakyamuni dan Bodhisattva Avalokitesvara. Ketiga arca Budha tersebut masih dalam kondisi bagus, beberapa bunga-bunga dan dupa nampak tergeletak dibagian bawahnya. Sebuah pagar besi dibangun dibagian depan arca tersebut untuk menghindari interaksi pengunjung yang berlebihan/tidak berkepentingan atas ketiga patung Budha ini.

Relief-relief yang terdapat pada dinding candi ini masih jelas terlihat bentuk/ukirannya. Relief tersebut mengandung cerita berupa ajaran moral dengan menggunakan tokoh-tokoh binatang (fabel) sebagai pemerannya. Terdapat cerita “Brahmana dan Kepiting”, “Angsa dan Kura-kura”, “Dua Burung Betet yang Berbeda” dan “Dharmabuddhi dan Dustabuddhi”, yang secara ringkas isi ceritanya adalah sebagai berikut:

“Brahmana dan Kepeting”: Menceritakan kisah seorang brahmana yang menyelamatkan seekor kepiting untuk kemudian kepiting ini membalas budi dengan cara menyelamatkan brahmana dari gangguan gagak dan ular.

“Angsa dan Kura-kura”: Bercerita tentang seekor kura-kura yang diterbangkan dua ekor angsa kedanau yang baru. Karena emosi dalam menangapi perkataan atas apa yang mereka lakukan, kura-kura melepaskan gigitannya sehingga jatuh ketanah dan akhirnya mati.

“Dua Burung Betet yang Berbeda”: Mengisahkan kelakukan dua burung betet yang sangat berbeda karena satunya dibesarkan oleh brahmana dan satunya lagi oleh seorang penyamun.

Wisata Candi Mendut

Wisata Candi Mendut

“Dharmabuddhi dan Dustabuddhi”: Dua orang sahabat yang berbeda kelakuannya dimana Dustabuddhi yang memiliki sifat tercela menuduh Dharmabuddhi melakukan perbuatan tercela, namun akhirnya kejahatannya terbongkar dan Dustabudhi-pun dijatuhi hukuman.

Pada tahun 1834 Candi Mendut mulai mendapat perhatian meskipun mengalami nasib yang sama dengan candi-candi lainnya, yaitu dalam kondisi runtuh dan hancur. Hartman, seorang presiden Kedu saat itu mulai memperhatikan Candi Mendut. Dalam tahun 1897 dilakukan persiapan-persiapan untuk pemugaran. Dari tahun 1901-1907 J.L.A. Brandes melangkah lebih maju dan berusaha merestorasi Candi Mendut dan kemudian tahun 1908 dilanjutkan oleh Van Erp meskipun tidak berhasil merekonstruksi secara lengkap.

J.G. de Casparis berpendapat bahwa Candi Mendut dibangun untuk memuliakan leluhur-leluhur Sailendra. Di bilik utama candi ini terdapat 3 buah arca yang menurut para ahli arca-arca tersebut diidentifikasi sebagai Cakyamuni yang diapit oleh Bodhisatwa, Lokeswara dan Bajrapani. Dalam kitab Sang Hyang Kamahayanikan disebutkan bahwa realitas yang tertinggi (advaya) memanifestasikan dirinya dalam 3 dewa (Jina) yaitu : Cakyamuni, Lokesvara, dan Bajrapani.

WAISAK

Candi Mendut merupakan lokasi awal proses ritual Waisak, dengan diikuti pengambilan air suci dari Umbul Jumprit, Parakan, Temanggung, serta api suci dari merapen, Grobogan. Puncak upacara Waisak adalah upacara Pradaksina yakni upacara mengelilingi Candi Borobudur tingkat demi tingkat yang dilaksakan di Candi Borobudur tepat pada Purnama Sidhi atau bulan purnama pertama di bulan Mei. Perayaan atau ritual Waisak dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

Candi mendut terletak di desa Mendut Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, sekitar 8 km sebelum Candi Borobudur. Menghadap barat daya, memilki 48 stupa kecil-kecil dan terdapat hiasan relief pada tubuh candi berupa pohon kalpataru.

Nah, itu tadi sejarah tentang candi Mendut. Tentunya masih penasaran dan ingin berkunjung langsung ke sana kan? Alternatif perjalanan yang dapat dilalui, sama persis seperti arah jika kita ingin pergi ke candi Borobudur dan candi Pawon. Jadi para pengunjung bisa sekalian datang ke3 lokasi candi yang berdekatan ini dengan hari yang sama. Tapi para sobat jangan kaget ya, di daerah ini memang jarang ada angkutan umum. Lebih baik gunakan kendaraan pribadi atau Rental Mobil sebagai alternatif ke 2.

Jika ada masalah dengan kendaraan pribadi, para wisatawan tidak usah kawatir! Sekarang banyak penyewaan mobil murah lho di Jogjakarta dan sekitarnya. Sewa Mobil Murah YogyakartaKuruma RentCar & Wisata” di Nomor 0812-2884-7289. Dijamin pelayanan nyaman dan aman akan anda dapatkan saat liburan. Jadi jangan sia-siakan waktu liburan anda bersama keluarga. Kami siap menjemput dan mengantar anda untuk keliling berbagai tempat wisata di Jogjakarta dan sekitarnya. Jogjakarta Is Never Ending (by:Khira)

Angkringan Keraton Yogyakarta Angkringan JAC Pendopo Ndalem

Menu Lengkap Siap Santap

Hmmm…siapa yang tidak mengenal Angkringan? Ya, identik dengan tenda-tenda kecil, grobag kayu, dan harga yang murah, merupakan salah satu icon kuliner terkenal di Yogyakarta yang menduduki peringkat ke 2 setelah Gudeg. Tambah penasaran kan seperti apa?

Angkringan Keraton Yogyakarta

Angkringan Keraton Yogyakarta

Angkringan Keraton Yogyakarta

Angkringan Keraton Yogyakarta ini memang terkenal sebagai tempat makan yang sangat merakyat karena harga makanan yang murah meriah dan cukup banyak varian makanannya. Bisa kita lihat seperti, Sego kucing yang merupakan salah satu makanan khas di warung angkringan. Sate usus, dan beraneka gorengan lainnya.

Tidak hanya menyajikan makanan saja, disana bisa kita nikmati juga wedang (minuman) baik yang hangat maupun yang dingin lengkap tersedia di angkringan ini. Yang paling terkenal hingga saat ini adalah Wedang Jahe atau Wedang Susu Jahe yang dibuat dari rempah Jahe dan biasanya menggunakan Gula Batu.

Angkringan Keraton Yogyakarta merupakan kompleks angkringan yang berada di sekitar Keraton Yogyakarta. Lokasi tepatnya adalah di Alun-alun utara, tepat di depan pagar istana keraton Yogyakarta. Jika anda kesana, bisa melihat ada sekitar delapan gerobak angkringan yang mangkal pada tiap harinya.

Sewa Mobil Jogja Wisata Kuliner, Klik disini 

Suasana yang nyaman, sambil nangkring anda bisa menikmati keramaian alun – alun Utara. Area yang cukup luas, sangat cocok untuk kumpul bersama banyak teman dan keluarga. Tempat ini juga sesuai bagi anda yang ingin sekalian beraktifitas di tempat yang luas, sambil sesekali beristirahat di salah satu akringan ini untuk menyantap menu-menu yang sudah tersajikan.

Buka antara jam 5 sore sampai jam 3 pagi, grobag-grobag angkringan ini tidak pernah sepi di kunjungi. Warung angkringan biasanya terdapat di pinggir-pinggir jalan dengan ciri khas warung tenda dan juga gerobak yang terbuat dari kayu yang memuat barang dagangan. Yah memang tak lengkap rasanya jika pergi ke Yogyakarta tidak mampir dan mencicipi makanan di angkringan ini.

Angkringan JAC Pendopo Ndalem

Angkringan Pendopo Dalem

Angkringan Pendopo Dalem

Di Yogayakarta sendiri terdapat beberapa warung angkringan yang cukup terkenal, antara lain ada angringan depan KR (Kedaulatan Rakyat), angkringan kopi jos Lik Man di sekitar Stasiun Tugu, angkringan Wijilan, angkringan Pakualaman, dan juga angkringan di sekitar Kalicode di daerah Kotabaru.

Jika Anda mulai bosan dengan suasana angkringan yang itu-itu saja, coba saja mampir ke Angkringan JAC Pendopo Ndalem yang terletak di dekat pasar Ngasem. Angkringan ini cukup unik. Perpaduan nuansa bangunan keraton dengan etnik Jawa yang kental dan tentu saja menu-menu makanan seperti di angkringan pada umunya.

Pengunjung dapat memilih dan mengambil sendiri makanan yang diinginkan. Selain nasi kucing dan gorengan, di angkringan ini terdapat berbagai macam jajanan pasar. Selain makanan tersebut ada pula mie jawa dan nasi brongkos yang dijual di sini. Memang sih menurut saya harga di sini agak mahal dibanding dengan angkringan pada umumnya, namun sepadan dengan suasana tempat yang ditawarkan.

Untuk best seller menu yang ditawarkan ada wedang bledug, leser, dan teh rempah. Untuk harga sendiri mulai dari Rp 1.000,00 sampai dengan Rp 8.000,00 dan untuk bakmie jawa nya Rp 11.000,00/porsinya.

Selain suasana yang cukup nyaman dan terkesan etnik Jawa yang sangat kental, angkringan ini memiliki fasilitas wifi area, jadi selagi kita nongkrong kita juga dapat berselancar di dunia maya.

Lokasi angkringan ini tidak jauh dari pasar Ngasem. Jika dari arah pasar Ngasem, belok saja ke kanan arah ke Taman Sari, sebelum belokan Anda lurus sedikit, ada pintu gerbang Anda masuk saja ke sana. Memang sih lokasinya agak tersembunyi, tetapi dijamin suasana di sini membuat Anda nyaman dan betah berlama-lama di sini.

Angkringan ini buka dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB. Penasaran dengan bagaimana suasanya? Monggo  silahkan sejenak mencoba angkringan yang satu ini.

Kalau anda bingung dengan jalan yang berbelok-belok dan takut tersesat, solusi terbaik adalah menghubungi Kuruma Rent Car & Wisata” di Nomor 0812-2884-7289. Bersama kami, anda bisa memperoleh kepuasan berkeliling sekitar Jogja dengan harga yang terjangkau.

Tidak usah kawatir tersesat karena driver berpengalaman. Siap menjemput dan mengantar anda untuk keliling berbagai tempat wisata di Jogjakarta dan juga berbagai tempat Angkringan yang ingin anda tuju seperti yang anda bayangkan diatas tadi.

Jogja Rental Car dapat anda hubungi 24 jam, jadi open rent terus ya, jangan takut untuk main-main ke jogja karena terkendala masalah Transportasi. Ingat, harga bersahabat ya “Jogja Rental Car”. Jogjakarta Is Never Ending (by:Khira)

Angkringan Keraton Yogyakarta Vs Angkringan JAC Pendopo Ndalem

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari, Hai para penikmat wisata alam dan kebudayaan Indonesia…Sudah siap menyimak kembali info tempat wisata dari Jogja Rental Car (JCR) ?

Kali ini JCR akan menunjukkan kekayaan alam Indonesia khususnya yang berada di regional D.I Yogyakarta yang terkenal dengan peninggalan kerajaan Mataram-nya yaitu “Candi Sambisari”. Untuk yang belum pernah berkunjung kesini, simak artikel terlebih dahulu agar kalian Greget untuk berkunjung, dan yang sudah berkunjung, silahkan berkunjung lagi hehe.

Lintas Sejarah Penemuan Candi

Yuk kita simak terlebih dahulu awal mula Candi Sambisari ditemukan…Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Dari cerita-ceritanya, memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping “puzzle” dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.

Simak cerita selanjutnya…

Tak ada perasaan aneh yang menghinggapi Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Tapi sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Cangkul yang diayunkan ke tanah membentur sebuah batu besar yang setelah dilihat memiliki pahatan pada permukaannya. Karyowinangun dan warga sekitar pun merasa heran dengan keberadaan bongkahan batu itu.

Rental Mobil Wisata Candi Murah, Klik disini

Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi.

 Kemegahan Candi Sambisari

Selang 21 tahun sesudahnya, setelah bongkar pasang dilakukan keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Saat pertama ke sana dan berkunjung langsung di pagi hari untuk menikmati sun rise, saya sempat kaget ketika sampai di areal candi. Saat mengarahkan pandangan ke tengah areal candi, dan merasa kebingungan.

Bertanya-tanya heran, “mana candinya?, kenapa hanya tulisan CANDI SAMBISARI ?”. Saya hanya melihat kenampakan susunan batu atap yang seolah hanya bertinggi beberapa meter di atas tanah. Bertanya-tanya, apa benar Candi Sambisari hanya sekecil itu? Setelah mendekat, dan benar-benar masuk area candi barulah mendapat jawabannya. Ternyata, Candi Sambisari berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya. Unik sekali bukan?

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.

Bangunan candi induk cukup unik karena tidak mempunyai alas seperti candi di Jawa lainnya. Kaki candi sekaligus berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa simbar baru dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga. Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Selasar selebar 1 meter akan dijumpai setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Mengelilinginya, anda akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.

Memasuki bilik utama candi induk, bisa dilihat lingga dan yoni berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni di bilik candi induk ini juga dipakai untuk membuat air suci. Biasanya, air diguyurkan pada lingga dan dibiarkan mengalir melewati parit kecil pada yoni, kemudian ditampung dalam sebuah wadah.

Keluar dari candi induk dan menuju ke barat, anda bisa melihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tak ditemukan batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwara tengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya. Kemungkinan, padmasana dan lapik dipakai sebagai tempat arca atau sesajen.

Bila telah puas menikmati keindahan candi, anda bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah Karyowinangun sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Lokasi dan Akses

Hmmm setelah melihat-lihat keindahan cand yang digambarkan JRC diatas, pasti teman-teman ingin segera berkunjung bukan. Ok, langsung akan saya beri penjelasan rute perjalanannya.

Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip puzzle raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung di masa silam.

Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta dan tidak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto.

Anda bisa menjangkau dengan berkendara melewati lintas jalan Yogya-Solo hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Selanjutnya, anda tinggal berbelok ke kiri mengikuti alur jalan. Jika bingung, bisa menghubungi Kuruma Rent Car & Wisata di nomor 0812-2884-7289(sms/tlp), Open Order..siap Jemput dan siap Antar. Jogjakarta is Never Ending(by:Khiara)

 Iklan: Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Pawon Candi Brajanalan Tempat penyimpanan Abu Jenazah

Candi Pawon Yogyakarta

Candi Pawon Yogyakarta

Candi pawon candi brajanalan tempat penyimpanan abu jenazah, Jika mendengar kata “Pawon”, pasti orang-orang Jawa bagian Timur tidak asing dengan kata tersebut. ya Pawon bisa diartikan kedalam bahasa Indonesia sebagai dapur tempat masak. “Eitt…tunggu dulu, yang satu ini bukan sembarang pawon, melainkan nama candi. Unik sekali bukan? Yuk kita telusuri sejenak seluk beluk candi ini.”

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Candi yang mempunyai nama lain Candi Brajanalan ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara dari Candi Mendut. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Selain letaknya, kemiripan motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan di antara ketiganya. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.

Sewa Mobil Wisata Murah di Yogyakarta, Klik disini

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra ( 782 – 812 M ), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Nama “Pawon” sendiri, menurut sebagian orang, berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan awu (abu). “Nah jadi bukan pawon yang diartikan sebagai dapur dan tempat menyimpan makanan ya…”

Dalam ruangan di tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisatwa, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva, maka dalam candi ditempatkan arca Bodhisatwva. Dalam Prasasti Karang Tengah disebutkan bahwa arca tersebut mengeluarkan wajra (sinar). Pernyataan tersebut menimbulkan dugaan bahwa arca Bodhisattwa tersebut dibuat dari perunggu.

Batur candi setinggi sekitar 1,5 m berdenah dasar persegi empat, namun tepinya dibuat berliku-liku membentuk 20 sudut. Dinding batur dihiasi pahatan dengan berbagai motif, seperti bunga dan sulur-suluran. Berbeda dengan candi Buddha pada umumnya, bentuk tubuh Candi Pawon ramping seperti candi Hindu.

Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi barat. Di atas ambang pintu terdapat hiasan Kalamakara tanpa rahang bawah.Tangga menuju selasar dilengkapi dengan pipi tangga dengan pahatan pada dinding luarnya. Hiasan kepala naga di pangkal pipi tangga sudah rusak. Ruangan dalam tubuh candi saat ini berada dalam keadaan kosong, namun pada lantai terlihat bekas yang menunjukkan bahwa tadinya terdapat arca di tempat tersebut.

Pada dinding bagian depan candi, di sebelah utara dan selatan pintu masuk, terdapat relung yang berisi pahatan yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. Pahatan yang terdapat di selatan pintu sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi wujud aslinya. Pahatan yang di utara pintu relatif masih utuh, hanya bagian kepala saja yang sudah hancur.

Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu yang menggambarkan Kinara dan Kinari, sepasang burung berkepala manusia, berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan. Di sekeliling pohon terletak beberapa pundi-pundi uang. Di langit tampak sepasang manusia yang sedang terbang. Di bagian atas dinding terdapat sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai ventilasi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut terdapat pahatan kumuda. Atap candi berbentuk persegi bersusun dengan hiasan beberapa dagoba (kubah) kecil di masing-masing sisinya. Puncak atap dihiasi dengan sebuah dagoba yang lebih besar.

Seru kan belajar banyak sejarah candi-candi di Indonesia? Akan lebih lengkap jika langsung berada di lokasi. Jika kawan-kawan ingin pergi ke tempat ini, jangan khawatir! Sekarang ada jogja sewa mobil jogja murah dapat anda hubungi di 0812-2884-7289(sms/tlp). Anda bisa diantar ke tempat yang anda inginkan termasuk wisata Jogjakarta dan Jateng. Dengan harga terjangkau serta kenyamanan perjalanan akan membuat liburan anda makin berkesan. Jogjakarta is Never Ending

Pantai Baron Yogyakarta

Objek Wisata Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta

Rental Mobil Jogja Kuruma

Rental Mobil Jogja Kuruma

Pantai Baron, Jangan bilang anda pecinta Pantai kalau belum berkunjung ke pantai yang satu ini. Ya, pantai Baron. Sudah tau seperti apa pantainya dan bagaimana asal-usul penamaan pantainya? Jogja Rental Car (JCR) akan memberi info untuk para traveler tentang pantai ini. Jadi, simak baik-baik ya, biar kalian makin jatuh cinta dengan wisata pantainya.

Nama Pantai Baron berasal dari nama seorang bangsawan jaman dahulu yaitu Baron Skeber, yang pernah mendaratkan kapalnya di pantai ini. Jadi bisa dikatakan penamaan pantai tersebut disangkut pautkan dengan nama bangsawan tersebut dan telah dikenal hingga sekarang menjadi Pantai Baron.

 Sejak dibukanya kawasan wisata Pantai Baron, sejak itu pula tempat tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Bagaimana tidak, tempat itu sangat terkenal akan keindahan pemandangan dan panorama pantai yang disuguhkan. Selain itu, pantai ini juga terkenal dengan aneka macam masakan lautnya.

Rental Mobil Wisata Murah Yogyakarta, Klik disini

Tempat wisata pantai memang menjadi tujuan wisata favorit yang tak ada habisnya. Selain felksibel dan cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat saat liburan, suasana pantai juga berfungsi sebagai tempat refreshing otak setelah brgelut dengan aktivitas-aktivitas kerja maupun sekolah.

Selan itu dengan biaya yang tergolong ekonomis dengan kepuasan mewah dapat dirasakan dengan mengunjungi pantai, terutama pantai Baron. Biaya yang tidak mahal ini semakin meningkatkan kecintaan seseorang terhadap suasana pantai.

Walaupun para wisatawan yang datang diperbolehkan untuk berenang di Pantai Baron, namun mereka harus mendapat pengawasan ketat karena ombak pantai ini termasuk besar. Selain itu, para pengunjung tidak boleh asal melewati batas-batas pantai yang sudah ditentukan.

Rental Mobil Jogja Kuruma

Rental Mobil Jogja Kuruma

Di pantai ini anda bisa menikmati sejuknya udara segar, matahari terik, dan panorama alam yang menakjubkan. Di salah satu sudut pantai ini juga terdapat muara sungai yang mempertemukan air laut dengan air tawar. Di pinggiran pantai anda juga bisa melihat kapal-kapal nelayan yang menepi karena Pantai ini juga terkenal sebagai tempat untuk para nelayan berlayar dan mencari ikan.

Jika berkunjung kesana, jangan pernah lupa untuk mencicipi masakan laut khas Pantai Baron. Karena di pantai ini banyak nelayan yang mencari ikan di laut maka terdapat tempat pelelangan ikan yang cukup besar. Anda bisa menemukan berbagai macam jenis hewan laut seperti udang, lobster, ikan tongkol, ikan bawal, dan ikan kakap.

Lakukanlah wisata kuliner di tempat ini maka anda bisa menikmati enaknya makan sea food di beberapa restoran atau rumah makan sekitaran objek wisata ini. Di pantai ini juga terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung seperti wahana bermain anak dan perahu mesin. Jika anda ingin membawa oleh-oleh dari area wisata Pantai Baron maka ada toko-toko cenderamata di area wisata ini yang siap memanjakan anda.

Jika anda ingin kesana, pantai ini berlokasi di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjung Sari, Yogyakarta. Untuk sampai ke pantai ini harus menempuh jarak kira-kira 40 kilometer dari kota Yogyakarta, ya sekitar 1-2 jam jadi lumayan jauh juga kan. Anda bisa menaiki kendaraan pribadi anda untuk sampai ke objek wisata ini.

Jika anda memilih alternatif lain dengan menyewa mobil dengan harga ekonomis, silahkan hubungi Kuruma Rent Car & Wisata di nomor 0812-2884-7289(sms/tlp), Ayoo buruan tunggu apa lagii….siap Jemput dan siap Antar, pelayanan nyaman dan aman. Jogjakarta is Never Ending(by:Khiara)

Candi Ratu Boko Sejarah yang Terlupakan

 “Sudah pernah ke Jogjakarta?”

“Sudah dong…..”

“Sudah pernah ke candi Prambanan?”

“Sudah pernah lah…berkali-kali malah…”

“Kalau pergi ke candi yang bertetanggaan dengan Candi Prambanan?”

“Tetangganya candi Prambanan, emang ada?”

“Wahhh….ada dong, berkali-kali ke candi Prambanan gak sekalian mampir ke Candi Ratu Boko itu gak lengkap gaes…”

“Gimana candinya?, letaknya?, emmmm mau dong ke sana…”

“Makanya dengerin critaku dulu dong!”

Rental Mobil Jogja Kuruma

Rental Mobil Jogja Kuruma

Itulah mungkin kutipan percakapan yang membuktikan bahwa memang dewasa ini masyarakat pada umumnya kurang mengenal tentang candi ratu boko. Mereka seakan melupakan bangunan istana peninggalan kerajaan mataram kuno itu. Candi Ratu Boko mungkin kalah “tersohor” daripada candi Prambanan ataupun candi Borobudur. Padahal letaknya tidak jauh dari candi prambanan, yaitu sekitar 3 kilometer kearah selatan candi prambanan. Tepatnya di kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Serkilas tentang sejarahcandi Ratu Boko

Peninggalan kerajaan Mataram kuno ini bermula dari seorang belanda bernama H.J. DeGraff pada abad ke 17. Ia mencatat bahwa orang-orang Eropa yang datang ke Jawa telah melaporkan keberadaan tempat peninggalan sejarah purbakala. Mereka menerangkan bahwa telah ditemukan reruntuhan bangunan istana di Bokoharjo, yang konon istana Prabu Boko, seorang Raja berasal dari Bali.

Rental Mobil Murah Wisata Candi di Jogja

Sedangkan kisah lain yaitu kisah prabu boko yang berkembang sebagai cerita rakyat kuno tanah jawa juga menyebutkan telah ditemukannya reruntuhan bangunan istana pada jaman masuknya agama hindu persis ditempat yang dicatat oleh seorang Belanda tersebut. Namun, kutipan kisah Mas Ngabehi Purbawidjaja dalam Serat Babad Kadhiri mungkin yang lebih jelas menggambarkan keberadaan Candi Ratu Boko yang dipenuhi pesona mistis didalamnya. Adapun kutipannya sebagai berikut :

Alkisah pada suatu ketika, bertahtalah seorang Raja yang bernama Prabu Dewatasari di Kraton Prambanan, namun banyak diantara rakyatnya yang menyebut juga bahwa Raja Prambanan adalah Prabu Boko, seorang Raja yang ditakuti karena konon menurut cerita, Prabu Boko gemar makan daging manusia. Dan ternyata, sesungguhnya Prabu Boko adalah seorang perempuan, yaitu permaisuri Raja Prambanan yang bernama asli Prabu Prawatasari.

Prabu Boko adalah perempuan titisan raksasa yang bernama Buto Nyai, meskipun begitu, kecantikannya tidak ada yang menandingi di wilayah Jawa Tengah kala itu. Dan karena postur badannya yang tinggi melebihi rata-rata tinggi orang dewasa di masa itu, maka dia juga mendapat nama alias atau julukan Roro Jonggrang.

Setelah melahirkan putranya, Prabu Boko mempunyai kebiasaan memakan daging manusia. Dan karena perbuatannya tersebut, sang Raja Prabu Dewatasari murka dan mengusir permaisurinya meninggalkan istana. Kepergian sang permaisuri meninggalkan luka bagi Raja dan putranya yang masih bayi. Akhirnya dibuatlah patung dari batu yang menyerupai istrinya yang kini dikenal dengan Roro Jonggrang.

“Nah, itu tadi gaes sedikit sejarah candinya…”

“Mau tau seperti apa candinya? Yuk…”

Bentuk candi Ratu Boko.

Rental Mobil Jogja Kuruma

Rental Mobil Jogja Kuruma

Bila ditilik, candi ini memang tak semegah candi Borobudur atau secantik Candi Prambanan. Bangunan candi ratu boko ini merupakan hasil pemugaran, dengan batu-batu candi yang terlihat masih baru. Selain itu, candi ini memiliki fungsi tempat tinggal, ditandai dengan adanya atap dan tiang.

Adapun bagian candinya, candi ini terbagi dalam 4 bagian yaitu bagian tengah, tenggara, timur dan barat. Bagian tengah candi ini terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Kemudian, bagian tenggaranya Pendopo, tiga candi, kolam, balai serta kompleks Keputren. Dibagian timur terdapat kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam. Sedangkan bagian barat sisanya hanya perbukitan saja.

Sungguh, semua kisah legenda dan catatan sejarah lewat temuan prasasti, serta perubahan dari zaman ke zaman candi ratu boko kian mempertegas bahwa siapapun yang hidup di era sekarang ini sebenarnya sama jauhnya dengan misteri sejarah dibalik keindahan situs Istana Candi Ratu Boko bukan?. Kita seharusnya peduli dan tidak melupakan kedamaian di Candi Ratu Boko.

Kedamaian yang muncul dari perbukitan boko yang letaknya tidak terlalu jauh dari kemajuan kehidupan kota yang masih sangat bisa dirasakan hingga kini. Kedamaian itu ada, namun kehidupan kota itu seakan telah membutakan para masyarakat atau wisatawan untuk mengunjungi candi ratu boko. Mungkin karena derasnya arus globalisasi juga, masyarakat seperti mengacuhkan sejarah. Mereka melupakan peninggalan-peninggalan arkeologi. Mereka melupakan candi Ratu Boko yang masih memiliki peran besar sebagai tempat belajar, belajar menghargai kehebatan bagaimana konstruksi material batuan yang besar ini bisa disusun rapi di puncak bukit di masa itu.

“Nah…itu tadi sekilas tentang candi Ratu Boko, kapan kamu kesana?”

“Wah buat belajar sejarah indonesia bagus itu, buat liburan juga cocok, sekalian nambah ilmu”

“Yak betul banget gaes…jadi kapan nih mau ke sana?”

“Ya secepatnya,eh ngomong-ngomong…alamat sama rute jalannya mana nih?

“Tepatnya selatan candi Prambanan, sekitar 3 kilo lah…kalau kamu dari candi Prambanan, kamu bisa naik ojek atau becak. Tapi kalau kamu bawa rombongan dan gak bawa kendaraan pribadi aku ada usul nih, sewa aja mobil rental. Nih aku tau tempat rental mobil yang murah dan berkualitas. Drivernya handal lho…bisa muter-muter kemana aja yang kamu mau, khususnya wisata jogja”

“Wah mau dong ..”

“Bisa menghubungi, Kuruma Rent Car & Wisata, Sewa mobil murah jogja di 0812-2884-7289(sms/tlp).. Bisa boking dulu kalau ingin ke jogja. Siap Jemput dan siap Antar”

“Ok, makasih ya info nya…”

“Sama-sama gaes, pokoknya…Jogjakarta is Never Ending deh…”