Tag Archives: Wisata candi Yogyakarta

Candi Gebang Peninggalan Sejarah Yang Tak Terduga

Sejarah dan Penemuan yang unik

Dari beberapa cerita candi-candi di Yogyakarta yang sangat kental dengan pembahasan ornamennya, justru candi yang satu ini heboh dipertanyakan para pegunjung tentang bagaimana proses dan alur penemuannya. “Langsung saja ya, biar nggak penasaran gimana cerita tentang candi ini, ya Candi Gebang.”

Ini sungguh nyata, Candi Gebang benar-benar tidak sengaja ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencangkul di lahan tersebut. Pada saat itu masih berupa sawah,  pada bulan November tahun 1936, tidak sengaja  ditemukan gumpalan batu yang sangat keras dan setelah jelas-jelas di gali ternyata terlihat bahwa ada ukiran patung Ganesha.

Saat itu kabar tersebar dari mulut ke mulut dan sangat heboh dikalangan warga dusun Gebang. Para warga serentak kalang kabut berdatangan untuk melihat dan memastikan bahwa itu adalah temuan candi. Penggalian kemudian dilanjutkan oleh Departemen Arkeologi. Pemugaran candi tersebut membutuhkan waktu + 2 tahun untuk dalam penyelesaiannya. Dari penggalian, diperkirakan bahwa candi ini dibangun pada tahun 730-800 Masehi oleh Dinasti Sanjaya.

Sewa Mobil Murah di Yogyakarta, klik disini

Tidak ada informasi yang jelas tentang sejarah pembuatan candi. Namun, kuil yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 adalah candi Hindu. Hal ini dapat dilihat dari adanya lingga, yoni dan patung Ganesha yang ditemukan di kuil. Candi ini relatif kecil yang berukuran sekitar 5,25 × 5,25 m dengan 7,75 m. Bahan yang digunakan dalam pembangunan candi terbuat dari batu andesit.

Pintu masuk candi di sisi timur. Di dalam kuil adalah patung yoni. Seperti banyak candi lain yang ditemukan, candi ini juga memiliki relung diisi dengan patung-patung. Ceruk di utara memiliki Nandiswara patung dalam sementara ceruk selatan sekarang kosong. Ceruk barat diisi dengan Arca Ganesha duduk di menghadap ke utara yoni. Stupa, mahkota candi dalam bentuk lingga ditempatkan di alas lotus.

 Lokasi Candi Gebang

“Nah, kalau tadi sudah terjawab sebuah pertanyaan tentang asal-usul dan sejarah penemuan candi tersebut, yuk kita lanjut dengan mengetahui lokasi tepatnya…”

Candi Gebang terletak di Dusun Gebang, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ini adalah sekitar 11 Km dari pusat kota Yogyakarta. Lokasi candi adalah agak sulit untuk menemukan. Anda mungkin akan harus bertanya tentang lokasi yang tepat dari candi.

“Jika para traveler ingin berkunjung ke Candi Gebang ini, dari bandara Adisucipto maupun Stasiun lempuyangan, membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit. Selanjutnya jika anda berangkat dari terminal Giwangan, mungkin akan sedikit lebih lama. Oiya, satu lagi gaes… cepat lambatnya sampai di lokasi itu khusus yang sudah paham dan hafal rute jalan lho ya… hehe”

Disini kami akan berbagi tips buat sobat-sobat sekalian yang mau pergi dan melihat keindahan candi Gebang, simak tips nya dengan cermat ya…

  • Bawalah uang sebagai biaya tiket masuk seharga Rp 2.000,- “ hmmmm, murah sekali bukan…”
  • Dengan transportasi umum: mengambil Trans Jogja jalur 3A atau 3B dan berhenti di Ring Road Utara  (kampus UPN). Berjalan sedikit ke pasar Condong Catur dan mencari ojek (taksi motor) yang dapat membawa Anda ke candi
  • Jangan kaget, karena lokasinya memang berada di kompleks perumahan candi Gebang
  • Jangan malu bertanya, nanti sesat di jalan lho…
  • Abadikan moment menarik ini dengan membawa alat rekam atau Candid lainnya
  • Jangan lupa mampir sekalian ke embung/waduk tambakboyo jaraknya hanya sekitar 300 m saja, namun karena belum ada jalan penghubung maka dari embung tersebut kita harus jalan memutar

Dan yang terakhir adalah… jangan lupa menghubungi “Kuruma Rent Car & Wisata” menyediakan Sewa Mobil Murah di Yogyakarta dapat dihubungi di nomor : 0812-2884-7289 . Kuruma Rental Mobil akan memberikan pelayanan antar-jemput dan sewa/rental mobil plus driver dengan pelayanan yang profesional. Dengan ini akan memberikan kepuasan liburan anda yang semakin berkesan dan nyaman.  Jadi, jangan bingung untuk pergi berwisata dan meng-eksplor objek wisata tujuan anda.  Anda tidak perlu repot-repot tanya alamat sana sini untuk menuju tempat wisata Candi Gebang. Selain itu Kuruma Rental Mobil juga bisa mengantarkan anda ke objek wisata Jogjakarta yang anda mau. Selamat berlibur… Jogja is Never Ending (oleh : Khiara)

Sewa Mobil Murah di Yogyakarta

Reservasi:

Call 0812-2884-7289

WA 0857-4311-6403

IG @kurumawisatajogja

www.jogjarentalmobil.net

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah

Candi Sambisari, Hai para penikmat wisata alam dan kebudayaan Indonesia…Sudah siap menyimak kembali info tempat wisata dari Jogja Rental Car (JCR) ?

Kali ini JCR akan menunjukkan kekayaan alam Indonesia khususnya yang berada di regional D.I Yogyakarta yang terkenal dengan peninggalan kerajaan Mataram-nya yaitu “Candi Sambisari”. Untuk yang belum pernah berkunjung kesini, simak artikel terlebih dahulu agar kalian Greget untuk berkunjung, dan yang sudah berkunjung, silahkan berkunjung lagi hehe.

Lintas Sejarah Penemuan Candi

Yuk kita simak terlebih dahulu awal mula Candi Sambisari ditemukan…Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Dari cerita-ceritanya, memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping “puzzle” dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.

Simak cerita selanjutnya…

Tak ada perasaan aneh yang menghinggapi Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Tapi sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Cangkul yang diayunkan ke tanah membentur sebuah batu besar yang setelah dilihat memiliki pahatan pada permukaannya. Karyowinangun dan warga sekitar pun merasa heran dengan keberadaan bongkahan batu itu.

Rental Mobil Wisata Candi Murah, Klik disini

Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi.

 Kemegahan Candi Sambisari

Selang 21 tahun sesudahnya, setelah bongkar pasang dilakukan keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Saat pertama ke sana dan berkunjung langsung di pagi hari untuk menikmati sun rise, saya sempat kaget ketika sampai di areal candi. Saat mengarahkan pandangan ke tengah areal candi, dan merasa kebingungan.

Bertanya-tanya heran, “mana candinya?, kenapa hanya tulisan CANDI SAMBISARI ?”. Saya hanya melihat kenampakan susunan batu atap yang seolah hanya bertinggi beberapa meter di atas tanah. Bertanya-tanya, apa benar Candi Sambisari hanya sekecil itu? Setelah mendekat, dan benar-benar masuk area candi barulah mendapat jawabannya. Ternyata, Candi Sambisari berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya. Unik sekali bukan?

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.

Bangunan candi induk cukup unik karena tidak mempunyai alas seperti candi di Jawa lainnya. Kaki candi sekaligus berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa simbar baru dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga. Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Selasar selebar 1 meter akan dijumpai setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Mengelilinginya, anda akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.

Memasuki bilik utama candi induk, bisa dilihat lingga dan yoni berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Lingga dan yoni di bilik candi induk ini juga dipakai untuk membuat air suci. Biasanya, air diguyurkan pada lingga dan dibiarkan mengalir melewati parit kecil pada yoni, kemudian ditampung dalam sebuah wadah.

Keluar dari candi induk dan menuju ke barat, anda bisa melihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tak ditemukan batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwara tengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya. Kemungkinan, padmasana dan lapik dipakai sebagai tempat arca atau sesajen.

Bila telah puas menikmati keindahan candi, anda bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah Karyowinangun sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Lokasi dan Akses

Hmmm setelah melihat-lihat keindahan cand yang digambarkan JRC diatas, pasti teman-teman ingin segera berkunjung bukan. Ok, langsung akan saya beri penjelasan rute perjalanannya.

Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip puzzle raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung di masa silam.

Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta dan tidak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto.

Anda bisa menjangkau dengan berkendara melewati lintas jalan Yogya-Solo hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Selanjutnya, anda tinggal berbelok ke kiri mengikuti alur jalan. Jika bingung, bisa menghubungi Kuruma Rent Car & Wisata di nomor 0812-2884-7289(sms/tlp), Open Order..siap Jemput dan siap Antar. Jogjakarta is Never Ending(by:Khiara)

 Iklan: Candi Sambisari Jogja Bawah Tanah