Jogjakarta terkenal dengan gunung Merapinya, yaitu gunung api aktif yang langganan menyeburkan lava (meletus) setiap tahunnya. Meski telah lama bererupsi, gunung ini tetap tergolong sebagai gunung api aktif tidak sebagaiman gunung-gunung api lainnya yang menjadi non-aktif setelah beberapa kali bererupsi. Disamping itu sebenarnya gunung merapi merupakan tempat yang sangat menarik yang menjadi obyek wisata. Dengan bentuk yang hampir menyerupai piramid, alam sekitar yang asri serta daya tarik wisata lainnya, banyak wisatawan yang berkunjung dan menikmati wahana-wahana wisata di sekitar gunung merapi.

Namun kali ini, bukan soal gunung merapi melainkan bukit di sekitar gunung merapi yang tidak kalah menariknya. Terletak di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, bukit Turgo menjadi salah satu spot untuk menikmati pemandangan gunung merapi dari dekat. Meskipun tidak seterkenal spot lain untuk menikmati pemandangan gunung merapi seperti Kaliurang dan Kaliadem, bukit Turgo juga menjadi favorit untuk dikunjungi wisatawan.

Berwisata di Bukit Turgo

Bukit Turgo merupakan bukit yang terbentuk dari letusan gunung api purba sehingga susunannya merupakan endapan lava balistik. Dengan keberadaannya yang berdekatan dengan gunung merapi, memang obyek wisata ini rawan bencana. Pada tahun 1996 kawasan ini dilanda bencana awan panas yang membabat habis keindahan hutannya. Terakhir kali, pada tahun 2006 kawasan bukit Turgo juga dilanda dengan bencana yang sama yang mengakibatkan habisnya pepohonan di sekitar karena dilalap api yang berasal dari awan panas.

Bukit Turgo, sumber ig festivaloflight.tamanpelangi

Bukit Turgo, sumber ig @festivaloflight.tamanpelangi

Di bukit Turgo, ada beberapa spot menarik untuk didatangi sebelum ke puncak untuk menikmati pemandangan gunung merapi diantaraya seperti kebun teh, kopi, gua jepang serta makam Syekh Djumadil Kubro. Dengan keberadaan spot-spot ini bukit turgo bisa menjadi alternatif wisata kuliner hingga wisata religi selain wisata alam. Yang lebih menonjol sebenarnya di kawasan bukit ini sering diadakan kegiatan religi oleh penduduk setempat. Sering juga diadakan pertunjukan seni tradisional yaitu jathilan dan pertunjukan musik rohani. Namun jangan khawatir, memang pemandangan yang terdapat di kawasan bukit Turgo serta pemandangan gunung Merapi tetap sayang untuk dilewatkan.

Selain itu jika ingin menikmati teh dan kopi yang merupakan hasil dari perkebunan yang dikelola oleh penduduk setempat juga memberikan kesan tersendiri. Di sini pengunjung dapat ikut mengikuti proses pengolahan daun teh serta biji kopi dan meraciknya sendiri sesuai dengan selera masing-masing. Namun jika ingin membeli produk jadi dari teh dan kopi ini bisa didapat dengan mengeluarkan biaya mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000.

Demikian ulasan menganai wisata alam bukit Turgo yang menjadi salah satu spot untuk menikmati pemandangan gunung merapi dari dekat. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi para wisatawan yang berkunjung ke sini. Ingat untuk selalu waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan sekitar kita. Selamat berwisata!