Jogjakarta menawarkan banyak alternantif wisata. Mulai dari obyek wisata pantai, belanja oleh-oleh, budaya, kuliner, bukit dan sejarah. Semuanya tersebar diseluruh Kabupaten yang terdapat di Jogjakarta. Maka jangan heran jika setiap weekend dan hari libur Jogjakarta penuh dengan keramaian dari kunjungan wisata luar daerah bahkan luar negeri. Fasilitas wisatanya-pun bermacam-macam mulai dari jasa sewa mobil, hotel baik yang sederhana hingga hotel mewah, guide tour, dsb.

Salah satu obyek wisata Jogjakarta yang patut Anda kunjungi yaitu pemandian air panas Parang Wedang. Tidak banyak lokasi pemandian air panas di Jogjakarta. Dengan berbagai macam daya tarik seperti keunikan sampai cerita folk lore-nya tempat ini masih tetap ramai dikunjungi. Bagaimana penjelasan selengkapnya, simak ulasan mengenai tempat wisata pemandian air panas Parang Wedang.

Sejarah Pemandian Umum Air Panas Parang Wedang

Menurut sejarahnya, awalnya pemandian ini merupakan pemandian yang dipakai oleh keluarga dan kerabat Keraton Kesultanan Jogjakarta. Pemandian ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono VI, dimana pada saat ini Sultan menggali lubang yang terpancar darinya air panas. Sehingga pemandian ini berdiri di era Sultan Hamengkubuwono ke-VI. Setelah kemudian jarang digunakan oleh keluarga dan kerabat keraton Kesultanan Jogjakarta, akhirnya tempat pemandian air panas ini dibuka menjadi tempat pemandian umum. Tempat ini dinamakan Parang Wedang yaitu terdiri dari kata parang yang bermakna karang dan wedang yang bermakna air panas.

Lokasi Pemandian Air Panas Parang Wedang

Jika Anda mengenal kawasan obyek wisata pantai Parangtritis, maka lokasi pemandian ini berada dalam wilayah yang sama yaitu Parangtritis. Jika berangkat dari pusat kota Jogjakarta, Anda cukup mengarah ke selatan hingga berada di Jalan Parangtritis. Jarak yang ditempuh adalah sekitar 26 Km. Jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk sekitar selama dalam perjalanan atau sudah tersedia di google maps.

Menikmati Pemandian Air Panas Parang Wedang

Terdapat berbagai cerita mengenai pemandian air panas Parang Wedang selain sejarahnya. Salah satunya mengenai khasiatnya. Menurut cerita yang beredar, pemandian ini memang dipakai untuk menyembuhkan penyakit kulit. Namun oleh pengunjung bukan hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit, ada juga yang membawa bahan makanan seperti telur dan mie instan untuk dinikmati dengan merebusnya di sumber mata air panas Parang Wedang ini.

Untuk Anda yang ingin mengunjungi tempat ini, pemandian air panas Parang Wedang mulai dibukan pukul 07.00 – 18.00. Dalam kondisi ramai pemandian ini tutup lebih awal yaitu pukul 15.00. Kemudian terdapat biaya retribusi yaitu sebesar Rp. 4.000 untuk berendam sekitar 15 menit. Jika menggunakan angkutan umum, terdapat bus yang bisa mengantar dari terminal Giwangan dengan biaya sebesar Rp. 10.000.

Demikian ulasan singkat mengenai tempat wisata pemandian air panas Parang Wedang. Semoga bisa menjadi referensi dan tujuan wisata Anda selanjutnya. Simak juga artikel lainnya mengenai wisata Jogjakarta di halaman ini. Selamat berwisata!