Jogjakarta merupakan destinasi wisata terkenal di Indonesia. Banyak jenis-jenis wisata yang ditawarkan mulai dari wisata alam, kuliner, belanja sampai wisata sejarah. Benar, Jogjakarta merupakan dearah yang banyak terkait dengan sejarah Indonesia. Salah satu situs sejarah yang terkenal di Jogjakarta adalah Keraton Kesultanan Jogjakarta.
Keraton Kesultanan Jogjakarta merupakan bukti sejarah bagaimana perjuangan Jogjakarta di masa penjajahan. Kala itu Jogjakarta merupakan daerah independen yang dipimpin oleh seorang Sultan. Hingga pada masa setelah kemerdekaanlah Jogjakarta bergabung menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia. Karena sejarahnya Keraton Jogjakarta yang dipimpin oleh seorang sultan, ternyata sejarah ini juga kental dengan keislamannya. Buktinya di Jogjakarta para wisatawan bisa mengunjungi situs sejarah yaitu Masjid Pathok Negoro. Berikut ini akan diulas mengenai Masjid Pathok Negoro Jogjakarta.

Sejarah Masjid Pathok Negoro

Masjid Pathok Negoro merupakan bagian penting dari Keraton Kesultanan Jogjakarta. Betapa tidak, batas-batas Keraton Kesultanan Jogjakarta adalah Pathok Negoro itu sendiri. Masjid Pathok Negoro dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I atas saran seorang ulama yang merupakan guru sekaligus kerabat dari Sultan sendiri yaitu Kyai Nur Iman. Kyai Nur Iman memberi nasehat agar Sultan membangun batas-batas negara yang akhirnya disebut pathok negoro itu sendiri yang dalam bahasa jawa diartikan batas negara.

Klik Sewa Mobil Jogja

Akhirnya dibangunlah Pathok Negoro itu dalam bentuk masjid. Mengapa? Setidaknya terdapat dua alasan. Yang pertama bahwa masjid pada saat itu merupakan tempat pengaduan dan peradilan. Yakni tempat dimana para pemimpin menerima keluh kesah masyarakat dan juga termasuk pelaporan terhadap tindak kriminal. Sehingga masjid juga merupakan pengadilan yang mengadili penduduk dengan hukum islam. Yang kedua, masjid merupakan tempat dakwah islam yang masyarakat sering berkumpul untuk merayakan hari-hari perayaan islam atau beribadah di sana. Sehingga Masjid Pathok Negoro merupakan bagian dari Keraton Kesultanan Jogjakarta yang lekat dengan sejarah dan agama Islam.

Masjid Pathok Negoro

Masjid Pathok Negoro Babadan, sumber ig dony_akhja

Masjid Pathok Negoro Babadan, sumber ig @dony_akhja

Terdapat 5 Pathok Negoro, yang merupakan Masjid bagian dari Keraton Kesultanan Jogjakarta yang lokasinya ternyata tersebar ke seluruh arah mata angin. Masjid tersebut antara lain:

1. Masjid Pathok Negoro Plosokuning

Masjid Pathok Negoro Plosokuning ini terletak di Desa Minomartani, Sleman, Jogjakarta. Masjid ini merupakan pathok negoro bagian utara.

2. Masjid Pathok Negoro Wonokromo & Dongkelan

Masjid Pathok Negoro Wonokromo berlokasi di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Masjid ini merupakan pathok negoro bagian selatan. Namun masih dibagian selatan juga, terdapat Masjid Pathok Negoro Nurul Huda Dongkelan. Masjid ini juga merupakan pathok negoro bagian selatan yang mengarah ke barat Jogjakarta tepatnya di Desa Tirtonirmoli, Kasihan, Bantul.

3. Masjid Pathok Negoro Mlangi

Masjid Pathok Negoro Mlangi berlokasi di Dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Masjid ini merupakan pathok negoro di wilayah barat.

4. Masjid Pathok Negoro Ad Darojat Babadan

Masjid Pathok Negoro Ad Darojat berlokasi di Desa Babadan, Banguntapan, Bantul. Masjid ini merupakan pathok negoro bagian timur.

Keseluruhan Masjid Pathok Negoro dibangun dengan desain yang hampir sama. Desainnya juga sangat erat dengan fungsinya saat itu yaitu menjadi tempat berkumpul, pengadilan serta dakwah islam di tapal batas keraton Kesultanan Jogjakarta. Demikian ulasan mengenai Masjid Pathok Negoro, semoga ulasan ini bermanfaat dan menjadi referensi wisata Anda selanjutnya. Simak juga ulasan lainnya mengenai wisata Jogjakarta di halaman kami. Selamat berwisata!